Bisnis

Saat hendak membeli rumah, tentu kita akan terbentur masalah biaya atau pembiayaan. Mengingat harga perumahan tidaklah murah, bahkan untuk beberapa lokasi, harga perumahan cenderung bisa dikategorikan mahal.

Mahal atau tidaknya sebuah properti, bisa disebabkan karena Developernya yang sudah memiliki nama besar, konsep perumahan yang tematik seperti yang dimiliki oleh https://daisan.co.id/ atau karena lokasi tempat pembangunan yang favorit.

Mau tidak mau, salah satu opsi untuk memiliki pendanaan untuk membeli rumah adalah melakukan pinjaman ke Bank. Saat ini mungkin masih banyak diantara kita masih takut dan enggan untuk mengajukan pinjaman ke bank dengan beberbagai alasan.

Kelebihan Mengajukan pinjaman ke Bank

Hal ini cenderung dilematis, di satu sisi bank sangat menginginkan customernya untuk mendapatkan pinjaman, mengapa? Uang merupakan produk dari bank yang harus dikeluarkan.

Karena jika uang tersebut hanya disimpan, bank akan mengalami kerugian karena tidak ada aktivitas perputaran. Jika tidak ada aktivitas perputaran, bisa saja bank tidak akan beroperasi, karena mereka harus membayar bunga dari uang yang anda simpan, belum lagi harus mengeluarkan biaya operasional dan maintenance bank yang tentunya tidak sedikit.

Salah satu bentuk pinjaman bank yang menjadi primadona adalah pinjaman untuk pembelian rumah dengan sistem kredit, atau kita kenal dengan Kredit Perumahan Rakyat (KPR).

Bagi anda yang berencana untuk melakukan pinjaman KPR ke Bank, jangan takut. Saya punya solusi bagaimana pengajuan KPR agar langsung di proses dan disetujui oleh bank.

Tips Mengajukan KPR ke Bank dan langsung diterima

1. Pastikan Anda Tidak Memiliki Sangkutan/Kredit Macet

Kredit macet adalah salah satu penyebab bank sulit menyetujui pinjaman. Ini yang kita kenal sebagai BI Checking.

Sebisa mungkin sebelum mengajukan pinjaman ke bank, kita menyelesaikan semua kredit macet dalam bentuk apapun. Mulai dari kredit kendaraan, kartu kredit, atau bahkan pinjaman online di merchant dan online shop.

2. Melakukan Proyeksi Kemampuan Bayar

Perlu diketahui, bahwa Bank akan menyetujui pembiayaan dana KPR hingga 80% untuk perumahan baru. Sedangkan untuk rumah seken atau bekas, Bank hanya akan mendanai hingga 70%.

Untuk itu kita harus menyediakan setidaknya dana minimal untuk membayar DP yang 20% atau 30% tersebut. Belum lagi untuk pengurusan pajak perumahan, yang nilainya kadang diluar DP atau biaya yang ditanggung KPR.

Selain itu juga kita harus mampu menghitung berapa kira-kira besaran plafon penjaminan yang akan dikeluarkan Bank untuk KPR anda. Apakah sesuai dengan kemampuan bayar anda bulanannya.

3. Kelengkapan Dokumen Yang Terbaru

Berikutnya untuk pengajuan permohonan KPR, anda harus menyiapkan dokumen yang diperlukan sebagai syarat pengajuan, sebisa mungkin dokumen yang diserahkan kepada Bank adalah yang terbaru atau terupdate. Dokumen yang diperlukan antara lain :

  • KTP yang mengajukan kredit, bisa suami, istri atau keduanya
  • Slip Gaji 3 bulan terakhir, minimal dengan kontrak kerja tetap, bukan perusahaan atau posisi outsource.
  • Surat keterangan dari perusahaan untuk penjaminan.
  • Rekening koran 3 bulan terakhir
  • NPWP

Nah dengan pengajuan yang didukung kelengkapan diatas, sangat kecil kemungkinan Bank akan menolak, terlebih jika tidak ada catatan kredit macet yang dilakukan oleh pemohon KPR. Demikianlah tips dan kiat pengajuan KPR yang kami sarankan untuk anda.

Tags: ,

Tinggalkan Balasan