Hal yang Dilarang saat Menggunakan Jasa Ekspor

Bisnis

Hal yang dilarang saat menggunakan jasa ekspor harus mendapat perhatian khusus dari pengirim barang agar nantinya tidak ada pelanggaran. Sehingga pada saat pengiriman berbagai kendala tidak muncul dan menghambat proses. Sudahkah Anda mengetahui tentang ketentuan ini sebelumnya?

Beberapa Hal yang Dilarang saat Menggunakan Jasa Ekspor

Pengiriman lokal dan internasional memang memiliki perbedaan yang cukup besar. Hal ini karena penerima pun berasal dari negara berbeda pula. Oleh sebab itu, perlu adanya beberapa peraturan untuk kedua pihak patuhi. Berikut ini adalah beberapa poin untuk pengguna ekspedisi hindari:

  1. Mengirimkan Barang yang Masuk Kategori Larangan

Sebelum mengirimkan barang ke luar negeri, pengirim harus mengetahui lebih dahulu barang mana yang masuk kategori boleh dalam pengiriman internasional ini. Pada website Directorate General for National Export Development (DGNED) sudah ada aturan sendiri untuk hal-hal mengenai jenis kiriman.

Menurut Directorate General for National Export Development, ada empat klasifikasi barang kiriman ke luar negeri. Dari keempatnya itu ada yang masuk kategori larangan, dengan pengawasan, dengan pengaturan tata niaga, dan bebas. Maka, jangan sekali-kali melenceng dari aturan.

  1. Mengirim Jumlah Melebihi Ketentuan

Barang kiriman baik lokal maupun antar negara tentu akan melalui proses timbang lebih dahulu sebelum mulai berangkat ke tempat tujuan. Oleh karena itu, setiap ingin melakukan ekspor sebaiknya ketahui bobot benda agar nantinya tidak kaget saat biaya ekspedisi melebihi perkiraan.

Bobot pengiriman ini perlu melalui perencanaan, khususnya jika berkaitan dengan jual beli. Hal ini untuk menghindari beban pengiriman kelewat besar dan berujung pada kerugian. Sebagai contoh adalah pengusaha kerajinan rotan yang berusaha mengirim produknya tidak lebih dari enam puluh kilogram.

  1. Tidak Membayar Bea untuk Barang Khusus

Bea merupakan pungutan dari negara untuk barang-barang khusus. Sebagai contoh adalah kayu, kulit, kelapa sawit, dan lain sebagainya. Antara pihak jasa kirim barang dan penerima perlu adanya kesepakatan mengenai biaya ini agar nantinya ketika pengiriman akan berlangsung tidak lagi ada kendala.

Jika barang kiriman yang perlu bea merupakan objek dagangan maka penjual dan pembeli harus menyepakati biaya pungutan ini pembayarannya oleh siapa. Jangan sampai tidak ada persiapan hingga berujung tidak mampu membayar atau justru melanggar ketentuan.

  1. Melakukan Pengemasan Sembarangan

Pengemasan barang untuk setiap pengiriman memegang posisi penting untuk keselamatan kiriman. Bungkus asal-asalan dan tidak sesuai standar akan memperbesar kemungkinan adanya kerusakan saat perjalanan. Tentu hal ini bukanlah yang kedua belah pihak harapkan, bahkan ekspedisi sekali pun.

Nah, agar barang kiriman bisa sampai ke tangan penerima dalam kondisi baik maka pengemasan harus memperoleh perhatian ekstra. Hal ini untuk menghindari rusak atau hilang, apalagi untuk benda rentan. Contohnya jika Anda mengirim album music, sebaiknya berikan pelapisan bubble wrap dengan tebal.

  1. Memalsukan Berat Kiriman

Berat kiriman suatu barang memang biasanya akan mempengaruhi tarif pengiriman. Semakin ringan bobot paket maka semakin murah pula biaya untuk membayar ekspedisi. Hal ini berlaku sebaliknya. Namun, ini bukanlah sebuah alasan untuk bersikap curang.

Bobot suatu paket yang semakin berat akan membuat biaya kirimnya semakin mahal. Tetapi jangan sekali-kali berani melakukan kecurangan seperti memalsukannya karena hal ini hanya akan memperumit keadaan. Pihak ekspedisi maupun bea cukai akan mengadakan penimbangan.

Itu tadi adalah beberapa hal yang dilarang saat menggunakan jasa ekspor. Jangan sekali-kali mencobanya karena perilaku seperti ini hanya akan mendatangkan masalah baik bagi pihak pengirim maupun penerima.

Tags: 

Tinggalkan Balasan